Selasa, 20 Agustus 2024

Laporan Praktikum Installasi Virtualmin Pada Debian di Virtualbox

 Bismillah.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, haloo teman-teman!!

Tahukah kalian, apa itu Virtualmin?

Virtualmin adalah control panel web hosting yang memungkinkan pengguna untuk mengelola server dan situs web dengan mudah melalui antarmuka web yang ramah pengguna. Virtualmin menyediakan berbagai fitur untuk administrasi server, manajemen domain, manajemen pengguna, dan instalasi otomatis berbagai aplikasi web populer. Setiap instalasi Virtualmin maka secara otomatis Webmin pun akan ikut terinstall jadi kita cukup menginstal Virtualmin saja.


Langsung saja kita ke langkah-langkah menginstall Virtualmin pada debian 10.

  1. Pertama, kita harus memiliki virtual machine debian 10 di Virtualbox.
  2. Untuk menginstall virtualmin, kita perlu masuk ke akses root. Jika sudah, silahkan kalian ketik apt-get update kemudian apt-get upgrade lalu apt-get gpg-agent


  3. untuk mengupgrade operasi sistem kita.
  4. Setelah itu, kita install Virtualmin dengan skrip wget http://software.virtualmin.com/gpl/scripts/install.sh 

  5. Lalu ketikkan chmod +x install.sh untuk memberikan izin.

  6. Kemudian ketikkan ./install.sh untuk memulai menginstall virtualmin. 

  7. Jika sudah terinstall, langsung saja ke web browser kalian dan ketik http://200.20.24.16(alamat ip kelompok):10000 pada search bar sehingga muncul tampilan Webmin. 

  8. Kemudian login dengan username : root dan password sesuai debian kita.
  9. Setelah selesai login pada virtualmin, saatnya membuat virtual server. Langsung saja kita klik Create Virtual Server, isi domain dan pastikan ip benar. Lalu klik tombol Create di bawah. 

  10. Selanjutnya ke bagian File Manager, pada folder public_html kita hapus 4 file bawaan, kemudian kita upload file Joomla dengan ekstensi ZIP. 

  11. Setelah terupload, kita ekstrak semuanya dan pastikan tidak ada yang tersisa.
  12. Langsung saja kita buka domain kita di Virtual Server Summary, dan akan muncul tampilan joomla. 




    Dan inilah tampilan joomla


Alhamdulillah langkah-langkah menginstall Virtualmin dan Joomla sudah selesai, semoga ilmu yang kami share bermanfaat bagi pembacanya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Rabu, 24 Juli 2024

Laporan Praktikum Instalasi Setup Ajenti di Debian 10 Via VirtualBox

Assalamualaikum semuanyaa!!

Pada kesempatan kali ini saya, Nindy dari kelas 12 TKJ 2 akan memberikan tutorial bagaimana Instalasi Ajenti di Debian 10. Tapi sebelum kita masuk ke tutorialnya, ktia harus tahu terlebih dahulu apa itu Ajenti?

Ajenti Admin Panel sendiri adalah open source tools yang berfungsi sebagai sistem manajemen control panel berbasis web untuk mengelola dan monitoring server berbasis Linux yang berlisensi open source.

Ajenti merupakan satu-satunya control panel open source dengan kaya fitur, kuat dan ringan yang menyediakan antarmuka web responsif untuk mengelola setup server kecil dan juga paling cocok untuk Dedicated dan VPS hosting. 

Tanpa berlama-lama, langsung saja kita masuk ke tutorialnya!

BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN DALAM PROSES INSTALASI INI YAITU

  • Debian 10
  • Koneksi Internet
  • VirtualBox
  1. Pertama tentunya kalian harus install Debian terlebih dahulu pada software Virtual yang kalian punya seperti yang saya gunakan yaitu VirtualBox. Disini saya menggunakan Debian 10 ya teman-teman!
  2. Setelah selesai, kalian masuk ke Akses Root
  3. Kemudian masukkan perintah nano /etc/apt/sources.list seperti pada gambar ini kemudian ENTER 

  4. Beri sebelum tulisan deb , setelah ditambahkan # maka tulisan akan berubah menjadi berwarna biru seperti dibawah ini lalu ENTER 

5. Kemudian masukkan perintah : debhttp://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ buster main contrib non-free

deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ buster-updates main contrib non-free


deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ buster/updates main contrib non-free




6. Kemudian tekan Ctrl + X kemudian Y
7. Masukkan perintah apt update lalu Enter


Selanjutnya kita install Curl dengan perintah apt install curl -y lalu Enter



8. Setelah selesai, download file ajenti-nya dengan mengetikkan perintah  

curl https://raw.githubusercontent.com/ajenti/ajenti/master/scripts/install.sh | bash -s –


seperti pada gambar dibawah ini lalu Enter



9. Jika sudah selesai, Masukkan perintah systemctl status ajenti untuk mengecek ajenti-nya sudah terinstal.


10. Setelah terbukti aktif cek ip menggunakan perintah ip ad seperti pada gambar


11. Kita rubah IP pada enp0s3 menjadi static, dengan masukkan perintah nano/etc/network/interfaces lalu ENTER. Kita rubah IP sesuai yang kita inginkan disini saya akan menggunakan network absen saya
 

12. Kemudian tekan Ctrl + X kemudian Y

13. Kita restart network dengan perintah /etc/init.d/networking restart dan mereboot debiannya menggunakan perintah systemctl reboot.


14. Ubah
 konektifitas dari NAT menjadi Host-only adapter. Kemudian OK.

16. Langkah selanjutnya Buka Command Prompt, kallian bisa langsung membukanya dengan menekan Windows+R dan ketik cmd


17. Coba kita ketik IP yang kita isi tadi, Kalau IP saya 200.20.24.16, maka kita masukkaan perintah pada Comand Tersebut yaitu ping 200.20.24.16 apakah sudah terkoneksi dengan debian ataau belum.



18. Selanjutnya buka browser dan masukkan IP yang tadi dengan perintah  IP :8000. Contoh dengan IP saya tadi 200.20.24.16:8000

19. Kemudian kalian Login menggunakan Akun Debian yang dibuat pada pertama kali kita membuatanya


20. Dan selesai, ini adalah tampilan Control Panel Ajenti jika sudah terinstall.


Nah, itu tadi langkah-langkah menginstall Control Panel Ajenti di Debian 10 teman-teman.


Berikut ini adalah menu-menu yang ada di control panel setup milik Ajenti.

1. Dashboard
    Salah satu fitur utama yang memberikan gambaran menyeluruh tentang status dan kinerja server dalam satu tampilan.

2. Plugin 
    Fitur yang memungkinkan pengguna untuk memperluas dan menyesuaikan fungsionalitas server mereka dengan menambahkan berbagai plugin. Memungkinkan penambahan fungsionalitas spesifik sesuai dengan kebutuhan pengguna, seperti manajemen database, monitoring jaringan, dan lain-lain. Pengguna juga dapat mencari plugin yang tersedia di repositori Ajenti atau mengunggah plugin kustom mereka sendiri.

3. Settings
    Fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi berbagai aspek dari sistem dan antarmuka Ajenti.  Contohnya seperti mengizinkan pengguna untuk mengubah preferensi umum seperti bahasa, zona waktu, dll. Juga dapat digunakan untuk mengatur IP Address, DNS, dan pengaturan jaringan lainnya. 

4. File Manager 
    Fitur yang digunakan untuk mengelola file dan direktori di server melalui antarmuka grafis. Juga dapat memudahkan pengguna untuk menjelajahi struktur direktori dan menemukan file atau folder yang dibutuhkan oleh pengguna. Memiliki fitur untuk mengunggah file dari komputer lokal ke server dan mengunduh file dari server ke komputer lokal. 

5. Notepad
    Fitur yang digunakan pengguna untuk membuat, mengedit, dan menyimpan catatan atau file teks langsung dari antarmuka web. 

6. Terminal
    Fitur yang dapat memberikan akses ke terminal atau Command Line Interfaces (CLI) server langsung dari antarmuka web. 

7. Services 
    Fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengelola layanan (services) yang berjalan di server mereka. Mencakup memulai, menghentikan, merestart, dan mengkonfigurasi berbagai layanan server seperti server web, database, dan sistem lainnya. 

8. Packages 
    Fitur yang digunakan untuk mengelola perangkat lunak yang terpasang di server. Mencakup instalasi, pembaruan, dan penghapusan perangkat lunak. 


    Kalian bisa coba sendiir di rumah yaa teman teman. See you next blog!! Wassalamualaikum..



Kamis, 19 Oktober 2023

Laporan Praktikum Konfigurasi Mail Server Pada Debian 10 Dengan Virtual Box

 

Assalamualaikum 

Laporan Praktikum Konfigurasi Mail Server Pada Debian 10 Dengan Virtual Box

oleh : Nindyah Uswatun Khasanah, Nur Annisa Safaatin, Nurma Puji Lestari, Vanes Cantika Putri
Kelas : XI TKJ 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, dan ilham-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dalam bentuk maupunisinya yang sangat sederhana. Semoga laporan ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Laporan ini disusun dalam rangka untuk menyelesaikan tugas dari tugas kami Bapak Jaynuri selaku pengajar materi Konfigurasi Mail Server pada Debian 10. Harapan kami semoga laporan ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi laporan ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Laporan ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

 Perkembangan teknologi sekarang ini memunculkan berbagai jenis perangkat yang dapat membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Beberapa dari perangkat tersebut adlah komputer. Komputer merupakan alat elektronik yang diciptakan untuk membantu manusia dalam mengolah informasi dengan cepat. Saat menggunakan komputer pengguna lebih sering memanfaatkan software atau aplikasi yang ada dalam diri komputer. Salah satu bentuk software yang ada pada komputer adalah Sistem Operasi. Sistem Operasi sendiri memiliki berbagai jenis varian yang dikembangakan. Dan setiap varian memiliki keunikan dan keunggulannya sendiri. Contoh dari jenis system operasi yang dikembangkan diantaranya adalah Windows, Linux, Unix, Sun OS, Solaris. Namun dari beberpa jenis varian system operasi tersebut yang paling sering digunakan adalah Sistem operasi Windows dan Linux. Kedua varian Sistem operasi tersebut memiliki kelebihannya masing-masing. Windows banyak digunakan dengan alasan kemudahan dalam penggunaan serta tampilannya yang indah. Sedangakan Linux banyak digunakan dengan alasan keamanan dan sifat dari Linux sendiri adalah open source (tidak dipungut biaya saat menggunakan system operasi tersebut). Pada dasarnya setiap orang berhak memilih system operasi mana yang ingin digunakan. Namun bagi beberapa orang memiliki pekerjaan dibidang IT maupun pelajar yang yang mempelajari tentang komputer dituntut agar dapat menguasai kedua sistem operasi tersebut .

1.2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara mengonfigurasi mail server pada debian 10?
  2. Cara menghubungkan komputer klien dengan server

1.3. Tujuan

  1. Menyelesaikan tugas materi mengonfigurasi mail server pada debian 10.
  2. Untuk mengetahui bagaimana mengonfigurasi mail server pada debian 10.

1.4. Manfaat

Membantu pembaca yang ingin mengembangkan keterampilan dalam mengonfigurasi mail server pada debian 10.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Mail Server

Mail server adalah sistem komputer yang digunakan untuk menerima, mengolah, menyimpan, dan mengirimkan email yang masuk melalui jaringan internet.

2.2 Cara Kerja Mail Server

1.Mengirim pesan
2.Email penerima berkomunikasi dengan server SMTP
3.Email penerima diproses
4.Server SMTP pengirim menghubungi DNS
5.Email terhubung dengan SMTP
6.SMTP penerima memindai pesan

2.3 Kelebihan Menggunakan Mail Server

1.Mendapatkan privasi
2.Lebih cepat serta efisien
3.Pengaturan akun yang praktis
4.Kerusakan dapat langsung diatasi dengan mudah
5.Meningkatkan kepercayaan pelanggan

BAB 3
METODE PRAKTIKUM

1. Login menggunakan user root

2. Pastikan sudah menginstall dns

3. Ketikkan perintah apt install postfix dovecot-imapd dovecot-pop3d -y



4. Kemudian akan muncul jendela baru seperti gambar dibawah ini. Pilih Internet Site




5. Akan muncul jendela baru lagi, Isikan domain yang akan dipakai oleh mail server kita




6. Kemudian buat directory untuk menyimpan mail server kita, dengan perintah:
maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir

7. Lakukan konfigurasi aplikasi postfix dengan mengetikkan perintah nano /etc/postfix/main.cf
Pada baris dibawah tambahkan code home_mailbox = Maildir/ 

8. Lakukan konfigurasi aplikasi dovecot 
  • Lakukan perubahan pada file dovecot.conf dengan mengetikkan perintah nano /etc/dovecot/dovecot.conf


  • Lakukan perubahan pada file 10-auth.conf dengan mengetikkan perintah nano /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf


  • Lakukan perubahan pada file 10-mail.conf dengan mengetikkan perintah nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf


8) Kita lakukan konfigurasi kembali pada paket aplikasi postfix dengan mengetikkan perintah  dpkg-reconfigure postfix. Kemudian akan muncul jendela baru seperti gambar dibawah ini. Pilih Internet Site




9) Akan muncul jendela baru lagi, Isikan domain yang akan dipakai oleh mail server kita




10) Pada bagian Root and Postmaster mail recipient: kita kosongkan saja
11) Kemudian pastikan subdomain sudah muncul pada jendela ini



12) Pada bagian “Force synchronous updates on mail queue?” kita pilih “NO”
13) Pada baris paling akhir, kita isikan Network ID yang digunakan oleh mail server kita.
14) Pada jendela “Mailbox size limit (bytes)” biarkan 0 lalu enter
15) Kita pilih IP Address versi 4 atau ipv4 , seperti gambar dibawah ini.




16) Restart Layanan Postfix Dovecot dan Bind9
1) Restart Postfix -> /etc/init.d/postfix restart
2) Restart Dovecot -> /etc/init.d/dovecot restart
3) Restart Bind9 -> /etc/init.d/bind9 restart



17) Sekarang kita akan mencoba mengirim email yang sudah kita buat, kita akan mengirim email dari user root ke user nisaa. Ketikkan perintah berikut telnet nindy.com 25

Lalu ketikkan perintah seperti berikut

mail from: root (enter)  sebagai pengirim email
rcpt to: nisaa (enter)  sebagai penerima email
data (enter)  perintah memasukkan pesan
Isikan pesan yang ingin di sampaikan
. (enter)  perintah untuk mengakhiri pesan
quit (enter)  perintah untuk keluar



18) Selanjutnya kita cek dari sisi penerima, apakah email yang kita kirim tadi sudah tersampaikan ataukah belum. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut  telnet mail.skensa.tkj 110

Lalu ketikkan perintah berikut:

user samhud (enter) user penerima email
pass 123 (enter) password user penerima email
stat (enter) mengecek jumlah inbox/pesan yang masuk
retr 1(misal. Retr 1) (enter) membuka isi pesan dalam inbox
quit (enter) > keluar

  • retr 1


  • retr 2


BAB 4
KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

    Selain Sistem Operasi Debian sebagai server , sistem operasi tersebut juga digunakan sebagai standarisasi pembelajaran. Untuk melakukan konfigurasi mail server pada debian 10 tersebut diperlukan ketilitian yang extra agar pada saat melakukan konfigurasi mail server tidak ada yang terlewati pada bagian yang penting.


Rabu, 18 Oktober 2023

Laporan Praktikum Konfigurasi Remote Server Pada Debian 10 Dengan Virtual Box

 

Assalamualaikum 

Laporan Praktikum Konfigurasi Remote Server Pada Debian 10 Dengan Virtual Box

oleh : Nindyah Uswatun Khasanah, Nur Annisa Safaatin, Nurma Puji Lestari, Vanes Cantika Putri
Kelas : XI TKJ 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, dan ilham-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dalam bentuk maupunisinya yang sangat sederhana. Semoga laporan ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Laporan ini disusun dalam rangka untuk menyelesaikan tugas dari tugas kami Bapak Jaynuri selaku pengajar materi Konfigurasi Remote Server pada Debian 10. Harapan kami semoga laporan ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi laporan ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Laporan ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

 Perkembangan teknologi sekarang ini memunculkan berbagai jenis perangkat yang dapat membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Beberapa dari perangkat tersebut adlah komputer. Komputer merupakan alat elektronik yang diciptakan untuk membantu manusia dalam mengolah informasi dengan cepat. Saat menggunakan komputer pengguna lebih sering memanfaatkan software atau aplikasi yang ada dalam diri komputer. Salah satu bentuk software yang ada pada komputer adalah Sistem Operasi. Sistem Operasi sendiri memiliki berbagai jenis varian yang dikembangakan. Dan setiap varian memiliki keunikan dan keunggulannya sendiri. Contoh dari jenis system operasi yang dikembangkan diantaranya adalah Windows, Linux, Unix, Sun OS, Solaris. Namun dari beberpa jenis varian system operasi tersebut yang paling sering digunakan adalah Sistem operasi Windows dan Linux. Kedua varian Sistem operasi tersebut memiliki kelebihannya masing-masing. Windows banyak digunakan dengan alasan kemudahan dalam penggunaan serta tampilannya yang indah. Sedangakan Linux banyak digunakan dengan alasan keamanan dan sifat dari Linux sendiri adalah open source (tidak dipungut biaya saat menggunakan system operasi tersebut). Pada dasarnya setiap orang berhak memilih system operasi mana yang ingin digunakan. Namun bagi beberapa orang memiliki pekerjaan dibidang IT maupun pelajar yang yang mempelajari tentang komputer dituntut agar dapat menguasai kedua sistem operasi tersebut .

1.2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara mengonfigurasi remote server pada debian 10?
  2. Cara menghubungkan komputer klien dengan server

1.3. Tujuan

  1. Menyelesaikan tugas materi mengonfigurasi remote server pada debian 10.
  2. Untuk mengetahui bagaimana mengonfigurasi remote server pada debian 10.

1.4. Manfaat

Membantu pembaca yang ingin mengembangkan keterampilan dalam mengonfigurasi remote server pada debian 10.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Remote Server

Remote server adalah server yang bisa diakses dari jarak jauh. Jadi, meskipun pengguna tidak berada di jaringan LAN yang sama, bisa tetap masuk ke sistem server tersebut. Server ini bisa saja Anda letakkan di tempat yang tersembunyi agar tak sembarang diketahui orang. Jadi, lebih menjamin keamanannya.

2.2 Cara Kerja Remote Server

  1. Instalasi OS Jaringan, sesuaikan Partisi dan dukungan komponennya.
  2. Rencanakan aplikasi server yang akan dibangun
  3. Instalasikan software aplikasi yang akan dilibatkan
  4. Konfigurasikan layanan aplikasi-nya sesuai dengan rencana penempatan server tersebut (topologi).
  5. Lakukan pengujian terhadap server yang telah di bangun

2.3 Kelebihan Menggunakan Remote Server

1. Mudah untuk digunakan walaupun dengan jangkauan jarak yang cukup jauh     selama suatu PC masih terkoneksi pada suatu jaringan.

2. Nyalain-matiin PC secara remote.

3. Mengontrol penuh terhadap mouse dan keyboard

4. Memanipulasi data suatu PC dengan mudah

5.  Memiliki fitur video call yang memungkinkan setiap user dapat saling     berkomunikasi melalui camera

6. Memiliki fasilitas chatting

7. Bisa mengontrol penuh seluruh aktifitas pada suatu PC

BAB 3
METODE PRAKTIKUM

1. login menggunakan user root

2. Mari pertama kita install openSSh server ke Debian 10 kita agar dapat menjadi Server Yang Di Remote. ketikkan apt-get install openssh-server




3. Setelah memasang aplikasi, tentunya langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi server agar bisa kita sesuaikan dengan apa yang kita mau. Ketikkan nano /etc/ssh/sshd_config. ubah permit menjdi YES





4. ingat untuk me restart service setelah melakukan perubahan agar perubahan tersebut dapat di terapkan. ketikkan /etc/init.d/ssh restart




5. Remote menggunakan aplikasi Putty
  • Install Aplikasi Putty pada Windows
  • Buka Aplikasi Putty 
  • Pada Kolom Host Name (or IP Address) Silahkan isi IP Address Server
  • Pada Port masukan 22
  • setelah itu klik open




6. Selanjutnya masuk ke halaman login dan masukan user dan password biasa




7. Selanjutnya baru masuk ke user root dengan perintah su dan masukan Password Root



BAB 4
KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

    Selain Sistem Operasi Debian sebagai server , sistem operasi tersebut juga digunakan sebagai standarisasi pembelajaran. Untuk melakukan konfigurasi remote server pada debian 10 tersebut diperlukan ketilitian yang extra agar pada saat melakukan konfigurasi remote server tidak ada yang terlewati pada bagian yang penting.